Motivator Indonesia Terkenal, Ippho Santosa, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Asia

Motivator Indonesia Ippho Santosa Ajak Peserta Untuk Introspeksi (Tips Terbaik)


Sebagai motivator Indonesia, saya sering mengingatkan peserta soal introspeksi.

Begitu hebatnya introspeksi (muhasabah), sampai-sampai menjadi inti dari dan berhaji. Sekali lagi, inti. Sungguh, muhasabah bukanlah buang-buang waktu. 

motivator-sukses-motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis

Justru di tengah kesibukan, kita mesti berhenti sejenak untuk introspeksi diri dan evaluasi diri. Istilahnya, evaluasi di tengah eksekusi. 

Orang-orang strategic management pun tahu, segala sesuatu hanya bisa ditingkatkan kalau pernah dievaluasi. Kalau nggak pernah dievaluasi, yah apa yang mau ditingkatkan? 

Istilahnya, Introspection for Improvement. Sekian dari saya, Ippho Santosa, motivator Indonesia.

Motivator Indonesia Ippho Santosa Serukan Untuk Belajar (Dari Yang Terbaik)

Sebagai motivator Indonesia, saya berseru, "Sisihkan waktu dan uang untuk belajar. Demi mengundang percepatan." Belajar dari yang terbaik, kalau perlu. Coba-coba sendiri jadinya malah lebih lamaaa dan lebih mahaaal.

Lihatlah pengusaha dan motivator zaman sekarang. Muda-muda, sudah sukses. Kok bisa? Karena mereka mau menyisihkan waktu dan uang untuk belajar. Sekarang giliran kita! Maksud saya, giliran Anda!

Tak bosan-bosannya saya mengingatkan para peserta di seminar motivasi saya, "Belajar, belajar, belajar!"


motivator-indonesia-ippho-santosa-motivator-terbaik-motivator-dunia-kerja
motivator-indonesia-ippho-santosa-motivator-terbaik-motivator-dunia-kerja

Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Kalau belajar, kita akan berdiri dengan lainnya dengan sejajar. Namun tak semua orang mau belajar. Di antara mereka malah mengajukan alasan-alasan yang tak wajar.

Kita semua sepakat bahwa yang suka beralasan dan bermalasan itu adalah ciri para pecundang. Sepenuh hati saya berharap, Anda menghindarinya. Sekali lagi, menghindarinya. Apa perlu saya ulangi untuk ketiga kalinya?


Dua tahun belajar dan action, insya Allah akan menjadi tahun-tahun yang menentukan atas nasib juga masa depan Anda. Buktikan saja!

Learn, then you earn.







Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia YouTube

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia YouTube



Sebagai motivator Indonesia, saya pernah menyimpulkan, "Profesi dan posisi guru itu menyenangkan." Setidaknya, membuat Anda awet muda (karena selalu berinteraksi dengan manusia), senantiasa dikenang, dan sarat amal jariyah.

Saya pribadi berusaha menghubungi bahkan menemui guru-guru yang pernah mengajar saya. Karena teramat besar jasa mereka kepada saya. Begitulah, jasa mereka selalu dikenang.

Sebenarnya saya pun seorang guru. Itulah takdir saya. Hanya saja, predikatnya sedikit berbeda. Namanya motivator. Kedengaran lebih keren ya? Hehehe, sama saja.

motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis-motivator-dunia

motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis-motivator-dunia

Dengan izin Allah, saya pernah berseminar di Tokyo Institute of Technology, Osaka University, KAIST (Korea), Australian National University, Melbourne University, Curtin University, Queensland University, dan Al-Azhar University (Mesir).

Kenapa saya mengajar? Pertama, berinteraksi dengan manusia. Jangan salah, tidak semua profesi berinteraksi intens dengan manusia. Kedua, sarat dengan amal jariyah. Dan masih banyak alasan lainnya.

motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis-motivator-dunia

Sekiranya kita bukan guru, yah nggak apa-apa. Namun tetaplah melibatkan diri dalam kegiatan keilmuan. Misalnya, sebagai donatur di sekolah, donatur di pesantren, peneliti, dan lain-lain. Buat apa? Yah itu tadi, meraih amal jariyah.

Demikianlah, guru adalah salah satu motivator terbaik dalam hidup kita. Sekian dari saya, Ippho Santosa.





Motivator Indonesia

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Tokoh Motivator Indonesia


Motivator Indonesia, Tokoh Motivator Indonesia



Sebagai motivator Indonesia, saya sering mengingatkan peserta soal berkah.

Terkait keberkahan, kita nggak bakal tahu secara pasti. Paling cuma tahu indikator-indikator keberkahan saja. Misalnya, ibadah jadi lebih giat, rumah tangga jadi lebih tentram, masalah-masalah selalu tersolusikan, dan lain-lain. 

motivator-indonesia-motivator-terbaik-Motivator-Super-Motivator-Bisnis

motivator-indonesia-motivator-terbaik-Motivator-Super-Motivator-Bisnis

Masih ingat dengan kisah Adam, buyutnya manusia? Awal-awalnya, hidup Adam dicurahi dengan berbagai kemudahan. Namun kemudian, hilanglah berbagai kemudahan itu. Kenapa? Lantaran ia terlibat dengan masalah ‘mangga curian’. Ia memakan sesuatu yang bukan haknya. 

Anak-cucu Adam pun kurang-lebih akan mengalami kejadian seperti itu, sekiranya terlibat dengan masalah ‘barang curian’. Entah dia karyawan atau pengusaha.

Berusahalah menjadi motivator terbaik bagi keluarga, dengan memberikan nafkah yang baik-baik.





Motivator Indonesia

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Muda

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Asia



Malas? Terlindas. 
Malas? Tergilas.
Malas? Habis, blas.

motivator-indonesia

Sebagai motivator Indonesia, kadang saya memberikan analogi.

Kalau kita punya dua bawahan, yang satu rajin, yang satu pemalas.


Kira-kira hati kita lebih sreg dengan yang mana? Kira-kira, bonus dan uang tambahan, kita berikan kepada siapa? Sekalipun Anda seorang pemalas, pastilah Anda tidak suka punya karyawan yang pemalas. Betul apa betul?

Kurang-lebih Tuhan pun begitu, lebih sreg dengan hamba-Nya yang rajin. Lebih ridha. Soal rezeki tambahan? Jangan ditanya, pastilah juga diberikan kepada hamba-Nya rajin. Itu sudah sunatullah.

Maka ingatlah:
- Semangatmu, potensi rezekimu.
- Semangatmu, bekal suksesmu.
- Semangatmu, nasib baikmu.
 Semangatmu, pengantar doamu.

Ingatlah itu! Selalu!


Sekian dari saya, Ippho Santosa, motivator Indonesia.

Motivator Indonesia Asia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia 2016

Sebagai motivator Indonesia, saya sering mengajak peserta untuk bersikap tangguh. Saya pun bertanya.

Mana yang lebih besar? Semangatmu? Atau alasanmu? Kalau alasan yang dipilih, tentulah sudah ketebak gimana nasibmu. Gitu-gitu melulu.

motivator-bisnis-motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-sukses

motivator-bisnis-motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-sukses

Beralasan dan bermalasan itu dekat sekali dengan sikap 'menyerah'. Ujung-ujungnya, gagal dan terjungkal.

Menyerah, itu BUKAN menunjukkan besarnya HAMBATAN, tapi itu cuma menunjukkan besarnya alasan dan kemalasan.

motivator-bisnis-motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-sukses

Jangan malas. Yang nyaman belum tentu baik. Yang serba menantang juga belum tentu baik. Apa yang membuatmu bertumbuh, itu yang terbaik.

Jangan malas. Tak perlu membandingkan sukses kita dengan orang lain. Nggak akan ada habis-habisnya. Bandingkan saja dengan pencapaian kita tahun sebelumnya.

Jangan malas. Orang -orang yang percaya pada KEINDAHAN IMPIAN dan keindahan masa depannya, mana mungkin bermalasan?

Jangan malas. Sukses yang dilandasi dengan kegigihan dan kejujuran, akan lebih langgeng. Bahkan orang tersebut akan lebih dihargai daripada kesuksesan dan pencapaiannya.

Sukses dan keberuntungan berpihak pada mereka yang terus-menerus mencoba, terus-menerus belajar, dan terus-menerus beramal.

Share tulisan ini kalau Anda setuju. Sekian dari saya, Ippho Santosa.




Motivator Bisnis, Motivator Sukses, Motivator Indonesia

Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Termuda

Sebagai motivator Indonesia, saya sering membahas soal stress, termasuk dalam dunia kerja dan usaha. 

Tekanan pekerjaan yang cukup berat, ditambah urusan pribadi, menjadi faktor dominan yang menyebabkan karyawan stress. Belum lagi kalau ternyata atasan tidak bisa diteladani dan bawahan tidak bisa diandalkan. Akhirnya motivasi kerja menurun. Ini sebenarnya terjadi di semua bidang. Bukan di bidang tertentu saja.

motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-terkenal-motivator-bisnis

Saran saya, harus dicari tahu dulu akar permasalahannya. Ya, akarnya. Jalan-jalan dan liburan hanya bisa memberi kesenangan sesaat. Solusi sejati tidak bisa terhadirkan dari aktivitas-aktivitas sedemikian. Sekiranya akar permasalahan sudah diketahui, barulah bisa dipikirkan next step-nya.

Saran berikutnya, minta masukan dari pasangan dan mentor. Ya, dari orang-orang dekat yang mengenal kita. Sepertinya mereka memiliki pandangan yang lebih jernih terhadap permasalahan kita. Juga lebih jujur. Posisi mereka bagaikan cermin dan begitulah, kadang kita perlu cermin untuk diri kita dan permasalahan kita.

motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-terkenal-motivator-bisnis

Terakhir, bawalah setiap masalah dalam doa dan ibadah. Karena kita semua tahu, hanya DIA yang menggenggam segala solusi. Hanya DIA pula yang bisa menentramkan setiap hati. Menggunakan akal dan nalar semata hanya menyusahkan diri sendiri. Stress. Ini sering sekali saya bahas dalam seminar-seminar motivasi. 

motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-terkenal-motivator-bisnis

Dengan berbagai cara di atas, mudah-mudahan kita, tim kita, dan keluarga kita terbebas dari stress. Setidaknya, berkurang kadar stress-nya. Dari jauh, saya turut mendoakan. Sekian dari saya, Ippho Santosa, motivator Indonesia.






Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Bisnis