Motivator Indonesia Terkenal, Ippho Santosa, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Asia

Tampilkan postingan dengan label Motivator Sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivator Sukses. Tampilkan semua postingan

Motivator Indonesia Ippho Santosa Ingatkan Soal Libur (Tips Sukses Terbaik)

Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Sukses



Libur bukan berarti malas-malasan. Ini salah satu tips sukses terbaik dari saya.

Terus, ngapain? Saran saya, gunakan untuk mencari ilmu dan relasi.


motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-terkenal-motivator-sukses
motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-terkenal-motivator-sukses
motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-terkenal-motivator-sukses

Orang rata-rata menghabiskan hari liburnya untuk bermalasan. Kita, jangan ikut-ikutan. Sebagian lagi menghabiskan uangnya untuk jajan dan jalan-jalan. Kita, sesekali saja.

Bayangkan, kalau setiap hari libur kita gunakan untuk menambah ilmu dan relasi. Dalam 2 tahun saja, wah, kita akan menjadi sosok yang berbeda. Ya, beda dengan orang rata-rata.

Toh, ketika sudah sukses, Anda dapat libur sesukanya. Kapan saja, dengan uang berapa saja. Nah, agar bisa begitu Anda harus 'mencicilnya' sekarang. Maksudnya, harus memperjuangkan itu sejak sekarang. 

Anda setuju? Sebagai motivator Indonesia, saya berharap Anda setuju dengan saya. Dari jauh, saya turut mendoakan kesuksesan Anda. Semoga berkah berlimpah!






Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Terkenal, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Sukses


Motivator Indonesia Ippho Santosa Ingatkan Soal Power of Giving (Pesan Terbaik)


Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Perusahaan




Sudah lihat film Ironman, Spiderman, dan Batman? Sudah? Nah, selain pahlawan (hero), ternyata mereka juga dermawan. Ya, dermawan. Terbukti, mereka gemar sekali membantu sesama dengan tenaga dan harta.  Sebagai motivator Indonesia, saya sering mengingatkan soal ini.

motivator-terkenal-motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-perusahaan
motivator-terkenal-motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-perusahaan
motivator-terkenal-motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-perusahaan

Terlepas dari itu, menariknya, orang atheis saja percaya pada kekuatan berbagi (Power of Giving). Menariknya lagi, bahkan para mafia dan yakuza juga percaya pada kekuatan berbagi. Lha, kalau kita tidak percaya, mungkin pola pikir kita lebih parah daripada pola pikir mafia dan yakuza, hehehe! 

Jika orang-orang yang tidak soleh saja mau bersedekah, coba tanyakan diri kita yang kadang merasa soleh: sudah rutinkah kita bersedekah? Ya, ini pesan terbaik buat kita semua! Think!







Motivator Indonesia, Motivator Terbaik, Motivator Perusahaan, Motivator Terkenal

Motivator Indonesia Ippho Santosa Ingatkan Soal Dengki Dalam Dunia Kerja

motivator indonesia, motivator indonesia terbaik, motivator dunia kerja 



Sebagai motivator, kadang saya mengingatkan peserta soal kedengkian di dunia kerja. Ini penyakit hati.

Lebih jauh lagi, bukan cuma penyakit hati, bahkan dengki juga bisa membawa penyakit bagi tubuh. Diteliti, ternyata rasa dengki yang berlarut-larut bisa menciderai pangkreas dan lambung, juga menyebabkan insomnia dan mengerutnya kulit. 

motivator-indonesia-terbaik-motivator-dunia-kerja-motivator-indonesia-muslim
motivator-indonesia-terbaik-motivator-dunia-kerja-motivator-indonesia-islam
motivator-indonesia-terbaik-motivator-dunia-kerja-motivator-indonesia-islam

Ngeri! Benar-benar ngeri! Boleh dibilang, dengki itu seperti, “Kita minum racun, terus kita berharap orang lain yang mati.” Yang konyol, siapa coba?


Bayangkan ini. Kalau seseorang memperoleh rezeki (mobil, rumah, jodoh, kesembuhan, atau apa saja), terus kita dengki terhadap orang dan rezeki tersebut, berarti kita tidak ridha kepada Yang Memberikan Rezeki tersebut. 

Hm, seberapa pandaikah kita sehingga kita merasa lebih tahu daripada Dia tentang kepantasan rezeki seseorang? Maka patutlah seorang ulama menasihati bahwa dengki itu bisa merusak iman! Hati-hati!

Akhirnya, mari kita hindari sifat merusak yang satu ini. Ngeri!





motivator indonesia, motivator indonesia terbaik, motivator dunia kerja 

Motivator Indonesia Ippho Santosa Serukan Berbenah (Tips Terbaik)

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal



Sebagai motivator Indonesia, saya sering mengajak peserta untuk berbenah. Bukan berkeluh-kesah...

Tak semua hal harus ditumpahkan di medsos. Apalagi cuma keluh-kesah. Buat apa? Berhentilah mengeluh...


motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-terkenal-motivator-termuda
motivator-indonesia-terbaik-motivator-indonesia-terkenal-motivator-termuda

Rajin mengeluh hanya membuat otak dan tubuh melemah. Ya, melemah. Teman-teman pun menjaga jarak. Sekali lagi, berhentilah mengeluh...

Dihadapkan dengan keadaan yang tidak ideal? Ubah. Nggak bisa? Pindah. Hijrah... Tak perlu marah-marah... Jangan berharap keadaan berubah membaik, kalau ternyata kita saja malas memperbaiki diri... Mau perubahan? Mulai dari diri kita, lalu ajak orang-orang di sekitar kita. Ini aksi nyata...

Apa pendapat Anda?




Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Terbaik Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Muslim

Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Terbaik Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Indonesia Muslim



Sebagai motivator Indonesia dan motivator Muslim, kadang saya prihatin.

Kenapa? Yah, negeri-negeri muslim yang kaya sumber daya alam sering sekali abai dan lalai dengan ilmu. Kuliah, malas. Riset, malas. Menulis, malas. Membaca, malas. Sehingga untuk urusan riset-riset dan buku-buku, kita hampir-hampir selalu menginduk ke Barat. Padahal Islam sangat memuliakan ilmu.

Zaman sekarang? Hendaknya kita:
Baca buku. Baca riset.
Sekolah. Kuliah.
Ikut coaching. Ikut mentoring.


Ngomong-ngomong Anda tahu:
-       Siapa mentornya Soekarno?
-       Siapa mentornya Tan Malaka?
-       Siapa mentornya M. Natsir?

Ternyata orangnya yang sama. Siapakah orang hebat itu? Dialah HOS Tjokroaminoto, gurunya para pendiri bangsa, yang juga perintis Serikat Dagang Islam. Perihal HOS Tjokroaminoto sebagai mentor ini diingatkan kembali oleh Menteri Pendidikan sewaktu mengundang 20-an profesional dan motivator, salah satunya saya.

ippho-seminar-motivasi-kerja-seminar-motivasi-karyawan-seminar-motivasi-sukses

Ya, mentor itu gudangnya ilmu.

Di seminar-seminar motivasi sering saya sampaikan bahwa Nabi Muhammad saja punya mentor. Ini beneran. Untuk urusan bisnis, yang menjadi mentor adalah pamannya. Untuk urusan agama, yang menjadi mentor adalah Malaikat Jibril. Boleh dibilang, mentor adalah pihak yang bisa membimbing kita menuju impian kita, karena dia lebih dahulu mencapainya dan dia bisa mengajarkan cara-cara mencapainya.

Ada orang yang bisa mencapai, namun tidak bisa mengajar. Sebaliknya, ada orang yang bisa mengajar, namun belum pernah mencapai. Kedua-duanya perlu. Sekiranya kita harus mengorbankan waktu dan uang demi mendekati sang mentor, yah keluarkan saja. Saya pun begitu, dari dulu sampai sekarang. Hasil akhirnya, malah menghemat waktu dan uang saya. Karena saya tahu persis, coba-coba sendiri jauh lebih lama dan jauh lebih mahal.

Belajarlah. Cari ilmu. Cari mentor. Mudah-mudahan nasib kita membaik. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Share ya.








Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Terbaik Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal

Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Islami, Muslim

Motivator Islami, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Islami, Motivator Muslim, Motivator Indonesia Muslim



Sebagai motivator Indonesia dan motivator Muslim, sering saya mengingatkan para peserta di seminar motivasi saya, "Belajar, belajar, belajar!"

Kalau belajar, rezeki akan lebih mudah untuk dikejar. Kalau belajar, kita akan berdiri dengan lainnya dengan sejajar. Namun tak semua orang mau belajar. Di antara mereka malah mengajukan alasan-alasan yang tak wajar.

Kita semua sepakat bahwa yang suka beralasan dan bermalasan itu adalah ciri para pecundang. Sepenuh hati saya berharap, Anda menghindarinya. Sekali lagi, menghindarinya. Apa perlu saya ulangi untuk ketiga kalinya?

ippho-motivator-indonesia-motivator-terbaik-motivator-bisnis

Ironisnya, inilah alasan-alasan mereka.

- Saat kita menyarankan sesuatu yang baru, alasannya "Saya nggak punya ilmu, nggak punya pengalaman."

- Saat kita memberitahu ilmu dan cara-caranya, katanya "Kamu sok tahu," atau "Ah ini susah," atau "Di sana sih berhasil, di sini belum tentu."

- Saat kita memberitahu investasi yang besar, alasannya "Saya nggak punya uang."

- Saat kita memberitahu investasi yang kecil, alasannya "Hasilnya kekecilan, hasilnya kelamaan."

- Saat teman-temannya sukses duluan, alasannya "Itu kebetulan saja. Nasib orang kan beda-beda."

- Dikasih gratis, murah, atau refund, katanya "Mau memanfaatkan saya? Mau menipu saya? Kamu pikir saya bodoh ya?"

- Dikasih motivasi, tak percaya. Dikasih bukti, katanya pamer. Saat kita berhenti memotivasi, katanya "Kamu lagi bangkrut ya?"

Tepok jidat, hehehe.

Celetukan mereka "Ah, motivator itu ngomong doang. Kalau ngomong doang, aku juga bisa." Oya? Yakin bisa? Sekiranya bisa, berapa orang yang mau mendengarkanmu? Berapa orang yang berubah setelah mendengarkanmu? Perlu dicatat, banyak motivator yang juga bisa action, nggak ngomong doang.

Motivator-Indonesia-Motivator-Terbaik-Motivator-Islami

Btw, jangan meremehkan kemampuan ngomong. Bukankah seorang Muhammad, Isa, atau Buddha bisa mempengaruhi miliaran manusia karena kemampuan bicaranya? Bukankah pahlawan sekaliber Bung Karno dan Bung Tomo tak terlepas dari kemampuan bicaranya? Orasi. Belum lagi kalau kita membahas profesi guru, dosen, dan ustadz.

Bagi saya, simple saja. Lazimnya, saya hanya mengajar orang yang siap diajar. Ini sih wajar. Apalagi Robert Kiyosaki pernah berujar, "Jangan mengajari babi bernyanyi." Anda capek, babinya lebih capek. Hehehe.

Saya nggak terlalu tertarik menghabiskan waktu saya hanya untuk meyakinkan mereka yang suka beralasan. Saya capek, merekanya lebih capek. Akan jauh lebih efisien dan efektif jika kita mencurahkan perhatian pada orang-orang yang siap diajar. Ini namanya prioritas.

Saya berharap, Anda memilki mental pemenang. Mau belajar. Nggak beralasan, nggak bermalasan. Sekian dari saya, Ippho Santosa.





Motivator Islami, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Islami, Motivator Muslim, Motivator Indonesia Muslim